Jumat, 27 Desember 2019

sumber panas bumi

1.       Sumber panas bumi
Energy panas bumi berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak planet ini di cipitakan. Panas ini juga berasal dari anas matahari yang diserap oleh permukaan bumi. selain itu, sumber energy panas bumi diduga berasal dari beberapa fenomena:
-          Peluruhan elemen radioaktif di bawah permukaan bumi
-          Panas yang dilepaskan oleh logam-logam berat karena tenggelam ke dalam pusat bumi
-          Efek elektromagnetik yang dipengaruhi oleh medan magnet bumi.
2.       Transfer panas ke bumi
-          Konduksi, merupakan perpindahan panas dari partikel  yang berenergy lebih besar menuju ke partikel yang berenergi lebih kecil. Contoh: perpindahan panas pada batang besi temperature tinggi atau energy molekul tinggi.
q = k A DT/Dx
dimana: q: laju perpindahan kalor
             k: kenduktivitas atau kehantaran termal benda
             DT/Dx: gradient suhu ke arah perpindahan kalor
             A: luas permukaan
-          Konveksi, merupakan perpindahan kalor yang diikuti oleh zat perantaranya. Contoh konveksi bebas pada alat penukar panas (heat exchanger) dan aliran pada radiator panas, konveksi pada saat merebus air, meniup teh panas dan pemanasan air yang di sertai pengadukan merupakan konvesi paksa.
q = h A DT
dimana: q: laju perpindahan kalor
             h: koefisien perpindahan kalor konveksi
            A: luas permukaan
            DT: beda temperature
-          Radiasi, adalah pancaran gelombang elektromagnetik dari permukaan atau gas yang beradiasi yg mempunyai temperaatur tinggi. Contoh radiasi: pemaanasan bumi oleh sinar matahari.
q = e A s (Ts4 - Tsur4)
dimana: q: laju perpindahan kalor
             e: emisivitas termal
             A: luas permukaan
             S: konstanta steven-Boltzman
         (Ts4 - Tsur4): beda temperature
Pada dasarnya system panas bumi terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya. Perpindahan panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dgn sumber panas. Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya apung (buoyancy). Sedangkan radiasi, sebagian besar panas bumi diperoleh dari sumber yg berasal dari luar (yaitu matahari).
3.       Dimana saja sumber geothermal
-          Hot spring
-          Spreading center
4.       Sumber panas bumi di hot spring spreading center
5.       Hukum 1 termodinamika
6.       Hukum 2 termodinamika

Dataprint, sahabat ku....

Perkenalkan namaku Widya, aku seorang mahasiswi Teknik Geologi di Universitas Negeri Gorontalo. Kuliah merupakan keputusan yang sangat besar yang aku ambil saat itu.apalagi ditambah keadaan ekonomi keluargaku yang bisa dikatakan kurang mampu untuk membiayai  sampai ke jenjang perkuliahan.
Tetapi karena keinginan dan tekad yang begitu kuat, alhamdulillah aku sekarang bisa menikmati bangku kuliah berkat kerja keras kedua orangtuaku😇. Aku bersyukur akan hal itu, masih mempunyai orangtua yang lengkap serta mampu menyekolahkanku hingga ke jenjang yang lebih tinggi. terimakasih maa, paa😇.
ketika aku browsing-browsing di IG, gak sengaja aku ketemu akun dataprintindonesia, dari sanalah aku tahu kalau ada lomba menulis artikel. kebetulan sejak aku belajar ngeprint, tiba-tiba aja, langsung sreg sama yang namanya tinta DataPrint, karena kualitas tintanya sangat bagus, bagus untuk mencetak tugas, makalah, foto bahkan untuk mencetak  skripsi yang baru aja selesai. Selain itu, tintanya juga gak cepat habis dan agak kental, sehingga untuk ngeprint skripsiku yang 5 rangkap hanya memakan masing-masing satu dus tinta hitam dan satu dus tinta warna, karena print aku merupakan print yang Tinta Printernya merupakan Tinta Refill alias isi ulang.
Aku termasuk mahasiswa yang suka print-print foto, dengan budget pas-pasan ala anak kost, cuman bisa beli Kertas Foto yang agak murahan, yahh karena meneyesuaikan isi kantong😅 tetapi hasilnya bagus dan gak mengecewakan, makanya sampai saat ini aku setia pakai tinta DataPrint, walaupun udah banyak kali gonta ganti printer. selain itu DataPrint ini lagia adain lomba beasiswa, hanya dengan pakai tinta DataPrint, bisa dapat beasiswa, kapan lagi coba...
Begitu dengar ada kabar beasiswa dataprint, iseng-iseng aja aku ikutan, siapa tahu lewat tulisanku ini bisa mengajak orang-orang yang "harus beruusan dengan tinta" bisa beralih memakai tinta data print, siapa tahu bisa menang. kuyy ikutan, caranya hanya nulis artikel doang, dengan tema "Pakai DataPrint Bisa Dapat beasiswa". Untuk info lebih jelasnya, silahkan kunjungi website : www.beasiswadataprint.com. selamat mencoba semoga kita bisa beruntung kawan...


Tugas panas Bumi 2


Nama : Widya Meifi Patiro
NIM   : 471414021

Daerah panas bumi Ulubelu secara administratif termasuk kedalam wilayah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Lokasi  daerah penelitian yang berada pada koordinat 104° 33’ 4” BT dan 5° 18’ 48” LS.  Ulubelu merupakan salah satu sektor di timur laut patahan Semangka dan bagian  dari region Tanggamus (Suharno, 2003).
Daerah panas bumi Ulubelu terbentuk didalam suatu rentetan kejadian tekto-vulkanik yang collapse membentuk depresi (Bemmelen, 1949). Kegiatan tektonik yang berkembang, berasal dari suatu mata rantai kejadian regional yang menyusuri pematang Pulau Sumatera, membentuk patahan-patahan semangka yang bersambung-sambung dari selatan ke utara atau sebaliknya. Didalam depresi Ulubelu berkembang lagi patahan patahan terlokalisir yang terbentuk akibat ekses gerakan tektonik regional Semangka maupun oleh gravity forces yang bergerak untuk mencari posisi keseimbangan.
Merupakan tipe geothermal yang berada pada daerah gunung api yang sudah mati yaitu Gn. Rindingan. Sistem ini berada pada kompleks volkanik lava, andesite, piroklastik,dan lava dasitik berumur antara pliosen hingga pleistosen (Masdjuk, 1990). Manifestasipada lapangan ini berupa tanah beruap dan kolam lumpur hangat, dan terdapat mata airklorida dengan kondisi sub-boiling berada pada barat daya daerah penelitian. Sistem geothermal daerah ulubelu merupakan system geothermal vulkanik.

2.      Geotermal  Gunung Sabalan, Iran
Kegiatan di bidang energi panas bumi di Iran difokuskan pada aspek ilmiah dan penelitian, dan bagian penelitian ditujukan pengurangan modal yang diperlukan untuk eksploitasi sumber daya terkait. Langkah kedua adalah mengerjakan hasil penelitian menjadi ilmiah dimensi bidang ini untuk cara praktis, yaitu membangun pembangkit listrik dan penggunaan langsung. Saat ini, proyek dengan asumsi 5 MWe dari pembangkit listrik tenaga panas bumi sedang berlangsung. Berdasarkan perencanaan di Sosial Ekonomi dan Budaya ke-4 Rencana Pembangunan (2005-2010), sektor swasta diharapkan memiliki andil minimal 500 MWe dalam energi terbarukan.
Gunung Sabalan, sebuah stratovolcano trachyandestic yang sangat besar dengan kaldera yang terkenal, memiliki prospek panas bumi di dekat kota Meshkin Shahr di barat laut Iran. Kimia batuan vulkanik menunjukkan bahwa vulkanisme telah dihasilkan sebagai respons terhadap penebalan kerak bumi dengan menyodorkan; tidak ada subduksi hari ini. Sebuah ruang magma dangkal yang terkait di bawah gunung juga ditunjukkan oleh kimia batuan dan penanggalan Ar-Ar dan K-Ar. Tumpukan gunung berapi terletak pada batholith monzonitik Miosen Awal di barat daya dan endapan Miosen Akhir di timur laut. Deformasi sedimen oleh berat tumpukan vulkanik telah menghasilkan kemerosotan yang sangat besar yang telah menggeser tumpukan vulkanik dan membuka lembah Moil. Ini telah diikuti oleh ekstrusi kubah trachydacite kecil di lembah Moil yang kemungkinan berasal dari apofisis ruang magma dangkal. Apofisis semacam itu dapat mewakili sumber panas sistem panas bumi. Kimia air panas menunjukkan bahwa akuifer air tanah yang bertengger yang menunjukkan perilaku penyimpanan mengandung kondensat volatile magmatik yang dinetralkan.
Area resistivitas rendah yang sangat dalam yang ditunjukkan oleh survei Gunung ditemukan di lembah Moil tetapi tidak di sekitar kubah trachydacite, mungkin karena resistivitas yang secara inheren lebih tinggi dalam inti uap. Oleh karena itu, karena area dengan tahanan jenis rendah sangat besar, sistem panas bumi yang dapat dieksploitasi kemungkinan besar akan hadir sebagai zona netral di sekitar inti uap magmatik.Prospek panas bumi Sabalan terletak di lereng barat gunung Sabalan. Situs prospek terletak di sekitar 20 km selatan Kota Meshginshaar di Provinsi Ardebil, di Iran barat laut. Daerah ini terletak antara 38 ° 12 '52' 'dan 38 ° 20' 00 '' Utara dan 47 ° 40 '30' 'dan 47 ° 49' 10 '' Timur. Mt. Lapangan panas bumi Sabalan terletak di Lembah Moil di barat laut sisi Mt. Sabalan, di Provinsi Ardebil di barat laut Iran. Sistem panas bumi di daerah ini merupakan tipe Vulkanik.



Minggu, 17 Februari 2019

Wilayah Pemanfaatan Panas Bumi Secara Langsung



WILAYAH PEMANFAATAN LANGSUNG ENERGI PANAS BUMI

18 February 2019
Widya Meify Patiro
patirowidya@gmail.com


Energi panas bumi juga dikenal dengan nama energi geothermal yang berasal dari bahasa Yunani. Dalam bahasa Yunani kata “geo” memiliki arti bumi dan kata “thermal” memiliki arti panas jadi ketika digabungkan kata geothermal memiliki arti panas bumi. Energi panas bumi sendiri dihasilkan dan disimpan di dalam inti bumi.
Menurut UU No. 27 Tahun 2003 Tentang Panas Bumi, sumber daya panas bumi adalah suber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi dan untuk pemanfaatannya diperlukan proses penambangan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan tenaga listrik atau pemanfaatan langsung lainnya.
Salah satu pemanfaatan enegi panas bumi adalah untuk menghasilkan energi listrik. Pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit listrik secara garis besar dilakukan dengan cara melihat resource dari panas bumi tersebut. Apabila suatu daerah memiliki panas bumi yang mengeluarkan uap air (steam), maka steam tersebut langsung dapat digunakan. Steam tersebut secara langsung diarahkan menuju turbin pembangkit listrik untuk menghasilkan energi listrik.
Namun, bila panas bumi itu penghasil air panas (hot water), maka air panas tersebut harus di ubah terlebih dahulu menjadi uap air (steam). Proses perubahan ini membutuhkan peralatan yang disebut dengan heat exchanger, dimana air panas ini dialirkan menuju heat exchanger sehingga terbentuk uap air.  (smiagiaundip.wordpress)
Sekitar 40% cadangan energi geothermal dunia terletak di Indonesia. Diperkirakan memiliki cadangan-cadangan energi panas bumi terbesar di dunia. Cadangan energi panas bumi yang terbesar terletak di wilayah barat Indonesia dimana ada permintaan energi yang paling tinggi: Sumatra, Jawa dan Bali. Sulawesi Utara adalah provinsi yang paling maju dalam penggunaan geotermal untuk energi listrik: sekitar 40% dari pasokan listriknya didapat dari energi geothermal. (Indonesia-investments.com)
Indonesia memiliki potensi panas bumi yang tersebar pada 250 lokasi, dengan total potensi sekitar 29.000 megawatt. Seperti di Sulawesi utara, terdapat 3 lokasi panas bumi, diantaranya Lahendong, yang merupakan lapangan panas bumi pertama di kawasan Indonesia Timur yang memproduksi listrik. Kemudian dua lokasi lainnya yaitu di Tompaso dan Kotamobagu.
Lahendong yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia, 30 km sebelah selatan Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara, merupakan sistem panas bumi dominasi air dan merupakan lapangan panas bumi pertama di kawasan Indonesia Timur yang memproduksi listrik. Dua lokasi potensi panas bumi lainnya di Sulawesi Utara, yaitu Tompaso (Ganda dan Sunaryo, 1982; Prijanto et al., 1984) dan Kotamobagu (Andan, 1982); keduanya ditunjukkan pada Gambar 1. Terjadinya aktivitas termal di Sulawesi Utara (terutama di sebelah barat daya Danau Tondano) tercatat oleh A.R. Wallace, seorang naturalis Inggris yang mengunjungi Sulawesi pada tahun 1859 (Wallace, 1890 dengan pengenalan oleh Whitten, 2008).

Gambar 1. Lokasi sistem panas bumi Lahendong (1) dan Tompaso (2) serta Kotamobagu (3) dengan gunung apiKuarter di Sulawesi Utara (disusun dari Ganda dan Sunaryo, 1982; Prijanto et al., 1984; Andan, 1982; Morrice et al., 1983). Inset: Peta Indeks yang menunjukkan posisi Sulawesi Utara dalam Kepulauan Indonesia.

Lahendong pertama kali diteliti sebagai prospek panas bumi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) setelah Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyadari peningkatan permintaan listrik di Sulawesi Utara (yang dulu juga dikenal sebagai Minahasa) dan sulitnya mengembangkan sumber daya energi lokal lainnya. Dari 1976 – 1978, PVMBG bekerja sama dengan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) melakukan serangkaian survei geologi, geokimia dan geofisika.
Penelitian tersebut dilanjutkan dengan pengeboran tiga sumur slim holes (7,3 cm) dengan kedalaman sekitar 350 m di sisi barat Danau Linow pada tahun 1981-1982 (Prijanto et al., 1984; Suari et al., 1986). Pada tahun 1980, Pertamina ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Lapangan Panas Bumi Lahendong, dengan target produksi listrik sebesar 55 MWe. Proyek pembangunan dimulai dengan eksplorasi geosains yang mendetail (Suari et al., 1987).
Produksi listrik pada lapangan ini mulai beroperasi pada bulan Agustus 2001. Hingga 28 Juli 2016, Lapangan Panas Bumi Lahendong terdiri atas 10 Klaster dengan total 36 sumur telah dibor sampai kedalaman berkisar 1.500-2.500m sedangkan Lapangan Panas Bumi Tompaso (proyek Lahendong unit 5 dan 6) terdiri atas 5 klaster dengan total 14 sumur panas bumi. Pasokan listrik oleh PGE dihasilkan oleh pengembangan dan pengoperasian Unit 1, 2, 3, dan 4 dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 20 MW. Unit 1, 2, 3, dan 4 tersebut menghasilkan uap yang lalu disalurkan kepada PT. PLN untuk diubah menjadi energi listrik melalui PLTP milik PT. PLN.           
Pemanfaatan langsung fluida panas bumi dari lapangan ini digunakan dalam proses pengeringan gula aren (proyek bersama antara PGE dan Badan Energi Atom Indonesia/BATAN) yang telah dilakukan sejak tahun 2008.Selain manfaatnya untuk pembangkit listrik, sistem panas bumi juga berperan sebagai laboratorium alam untuk mempelajari panas bumi baik dalam bidang ilmu kebumian, keteknikan/rekayasa pemanfaatan, maupun dari keanekaragaman hayati yang dimiliki. Beberapa penelitian ilmu kebumian dan teknik panas bumi di Sulawesi Utara telah dilakukan melalui program UGM-NZAID Community Resilience and Economic Development (CaRED).